Small Note – Budiawan Hutasoit
Mereka yang memberi banyak akan memperoleh banyak, baik secara emosional, fisik, mental dan spiritual

Aug
16

Sejumlah franchisee berhasil mencapai waktu pengembalian modal lebih cepat dari yang ditargetkan franchisor. Apa rahasia suksesnya?

Tidak keliru Budi Rachmat lebih suka membeli hak waralaba dari hasil takeover. Berdasarkan pengamatannya, apabila mengambil alih usaha waralaba minimarket Alfamart yang sudah jalan, bisa diprediksi prospeknya. Dengan strategi itu, tidak mustahil ia mampu mencapai waktu pengembalian modal (pay back period) setahun lebih cepat dari yang ditargetkan franchisor, yakni selama 3,5 tahun.

Budi bercerita, pada mulanya prinsipal Alfamart menyodorkan beberapa alternatif lokasi. Namun, ia lebih tertarik di daerah Bendungan Jago, Kemayoran, yang dianggapnya lebih potensial karena letaknya di pinggir jalan besar. Benar saja. Begitu gerai Alfmart itu diambil alih olehnya tahun 2003, omset yang dibukukan cukup memuaskan: Rp 15-18 juta/hari atau Rp 300-450 juta/bulan. Dari omset sebesar itu, ia mengaku meraup keuntungan bersih Rp 5-5,5 juta/bulan. Adapun nilai investasi satu gerai Alfamart yang sudah diinjeksikan Budi tercatat Rp 450 juta. Rinciannya: Rp 50 juta fee waralaba untuk masa kontrak lima tahun; Rp 200 juta set up toko; dan Rp 200 juta untuk sewa tempat.

Sukses dengan waralaba yang pertama, Budi tergoda untuk membuka gerai Alfamart yang kedua dan lebih gede pada 2005 dengan investasi Rp 750 juta. Lokasinya di Kedung Halang, sekitar Jl. Raya Bogor-Jakarta. “Di gerai kedua ini untungnya lebih bagus lagi, bisa Rp 13 juta per hari, karena lokasinya di tepi jalan besar,” papar mantan karyawan Unilever yang kini memutuskan totalitas mengelola langsung usaha waralaba minimarket-nya. Itulah sebabnya ia yakin periode pengembalian modal di gerai kedua ini akan dicapai dalam tempo lebih cepat lagi dari (yang pertama) 2,5 tahun.

Keberhasilan yang dicapai Budi pun dirasakan Bambang Timur. Ia termasuk salah seorang investor waralaba bengkel Shop&Drive yang mencetak kinerja jempolan. Ia mampu mencapai titik impas atau break even point (BEP) dalam empat bulan, padahal periode yang ditargetkan franchisor 24 bulan. Sementara itu, pay back period diharapkan Bambang tercapai pada tahun kelima sesuai dengan yang dijanjikan PT Astra Otoparts selaku franchisor. “Yang menarik dari waralaba Shop&Drive yang dikembangkan Grup Astra ini tidak ada fee waralaba pada tahun pertama dan kedua. Biaya dipungut di tahun ketiga yaitu 2%; dan tahun keempat 4%,” tambah Bambang.

Mantan supervisor PT Toyota Astra Motor ini mengawali usaha Shop&Drive di tahun 2005 dengan total investasi Rp 3 miliar. Modal itu digunakan untuk membeli tanah seluas 541 m2 seharga Rp 1 miliar; bangunan dan kantor Rp 1 miliar; peralatan bengkel Rp 600 juta; dan beberapa produk Astra Rp 400 juta. “Modal Rp 3 miliar itu belum termasuk dana Rp 200 juta untuk biaya software, sistem dan pembelian produk tertentu,” pensiunan yang getol mengelola bisnis resto dan bengkel ini menguraikan. Sementara itu, omset yang dicapainya berfluktuasi tiap triwulan. Contoh, di triwulan pertama rata-rata omsetnya Rp 125 juta/bulan; triwulan kedua Rp 138 juta/bulan; triwulan ketiga Rp 140 juta/bulan; dan triwulan keempat Rp 154 juta/bulan. Pengeluaran operasional terbesar untuk membayar gaji 14 karyawan dengan nilai total Rp 14 juta/bulan. Jadi, total laba kotor sekitar 25% dari omset sebelum dipotong biaya telepon, listrik, kebersihan dan lainnya.

Pembeli hak waralaba dengan investasi di bawah Rp 100 juta pun tak mau ketinggalan menikmati gurihnya bisnis ini. Sebut saja pengalaman Muhammad Parikesit yang lebih akrab disapa Ari. Meski statusnya masih mahasiswa di Universitas Brawijaya Malang, ia sudah menjadi master franchise kebab Baba Rafi di Malang. “Saya punya tiga gerai Baba Rafi di Malang,” ujar pria berumur 25 tahun ini. Hebatnya, dengan lokasi strategis gerai perdana di kompleks rumahnya di Telogo Mas, Malang, ia mampu mencapai pay back period dalam waktu empat bulan (November 2005 hingga Februari 2006). Padahal, franchisor menargetkan investasi kembali di bulan ke-11 atau ke-12. Omset per hari yang dicapai waktu itu rata-rata Rp 600 ribu. Sayangnya, kini di gerai pertama milik Ari mengalami penurunan omset menjadi Rp 300-400 ribu per hari. Penyebabnya, “Sudah mulai banyak bertebaran cabang kebab Baba Rafi di Kota Malang, sehingga persaingan semakin ketat,” Ari mengeluhkan.

Ari menjelaskan, modal yang ditanamkan untuk membeli bisnis waralaba Baba Rafi ke pemiliknya di Surabaya senilai Rp 25 juta. Dari investasi itu, ia mendapat satu gerobak full set, lokasi, peralatan masak, sistem manajemen dan tenaga kerja siap pakai yang sudah terlatih. Fee royalti sebesar 5% dari omset tiap bulan. Untuk omset, kalau dipukul rata Rp 300-350 ribu per hari. Dari omset sebesar itu dikurangi pengeluaran untuk bahan baku 46%; komisi pegawai 6%; sewa tempat dan operasional 10%; fee royalti 5%; penyusutan barang 3%; maka laba yang dikantongi mencapai 30% dari omset.

Tak puas cuma punya satu gerai kebab Baba Rafi, pada April 2006 Ari membuka gerai kedua di Jl. Borobudur, Malang, dan yang ketiga di kawasan Batu, Malang. Berbeda dari yang pertama, untuk gerai kedua ini pengembalian total modalnya diakui agak lama, yakni 8 bulan atau tercapai pada Desember 2006. “Meski begitu, kalau mengacu pada proyeksi franchisor termasuk cepat. Sebab prediksi mereka untuk pay back period gerai kedua ini dijanjikan pada bulan ke-13,” kata Ari seraya menyebutkan rata-rata omsetnya sehari Rp 450 ribu.

Nasib Bambang Winarko, 43 tahun, juga seberuntung Ari. Meski hanya investor waralaba kecil, ia cukup sukses mengelolanya. Oktober 2006, ia membeli waralaba pisang goreng Ta B’nana dengan investasi Rp 17 juta. “Selain harganya terjangkau, saya sendiri juga suka produk Ta B’nana,” lelaki yang lebih suka dipanggil Bawi itu menuturkan alasan ketertarikannya pada waralaba ini. Modal Rp 17 juta digunakan untuk membayar fee waralaba dua tahun Rp 10 juta; peralatan Rp 3,5 juta; deposit bahan baku Rp 2,5 juta; dan pelatihan tiga karyawan Rp 1 juta. Berapa omsetnya? “Bervariasi, kalau sepi Rp 400 ribu/hari dan kalau ramai Rp 1 juta/hari,” papar Bawi yang menyatukan operasional gerai Ta B’nana dengan bisnis rumah makannya. Dengan omset sebesar itu, ia mengaku mencapai BEP dalam dua bulan. Artinya, lebih cepat dari waktu yang ditargetkan pewaralaba, dua-tiga bulan.

Di luar Bambang Timur, Budi Rachmat, Bawi dan Ari, masih ada sejumlah nama investor waralaba sukses yang patut diteladani. Umpamanya Imanuel Kusnadi, franchisee Multiplus di Kelapa Gading yang mampu BEP dalam tempo 8 bulan atau lebih cepat dari target pewaralaba 2-3 tahun. Lalu, Saut Sem Sinambela yang punya bisnis waralaba X4print di Rawamangun. Ia mampu meraih BEP dalam waktu 24 bulan, padahal target prinsipalnya 30 bulan. Investor waralaba Smart Print tak mau ketinggalan. Semisal Devy Christianto mengelola cabang Smart Print di Jl. Yos Sudarso, Malang, mampu BEP di bulan kelima dari yang ditargetkan 12 bulan. Sementara itu, Simon Seputra menjalankan waralaba Smart Print di Bali berhasil BEP 6 bulan.

Bagaimana mereka bisa mencetak BEP atau pay back period lebih cepat dari target? “Tergantung tujuan kami sebenarnya. Jika kami ingin mengembangkan area bisnis, ya beli saja hak waralaba utama di daerah tertentu, sehingga orang lain yang akan buka di sana harus seizin kami. Namun, kalau cuma punya satu tempat, kami lebih suka takeover yang track record-nya bagus. Dengan begitu, target cash flow lancar, tahun depan sudah dapat untung,” papar Budi buka kartu suksesnya. Hal terpenting kedua adalah lokasi. “Bangunlah gerai di daerah padat. Jangan cuma hitungan di atas kertas. Kami harus keliling daerah itu, amati tiap hari kalau perlu,” Budi menyarankan.

Pentingnya lokasi kian dipertegas Bawi. Ia sengaja memilih lokasi di pinggir jalan besar menuju kompleks permukiman Pekayon, Bekasi. Ramainya lalu lintas di sana cukup potensial menjaring pembeli pisang gorengnya yang harga sebuahnya Rp 2 ribu. Juga, soal kontinuitas stok produk mesti diperhatikan. “Jangan sampai kehabisan stok bahan, walaupun cuma sekali. Sebab pelanggan bisa pindah ke pisang crispy lain yang banyak tersebar di sekitar daerah ini,” ia mengungkapkan.

Sementara itu, Bambang lebih rinci lagi dalam memaparkan rahasia suksesnya. Pertama, layout bengkel dibuat lebih efisien. Awalnya ia direkomendasikan mencontoh layout dari gerai pilot project Shop&Drive di Kelapa Gading. Namun dia tidak suka, karena menurut Bambang, tidak efisien. Beruntung lahan milik Bambang masih kosong, sehingga lebih fleksibel dibangun dengan desain yang lebih bagus dan efisien hasilnya. “Orang Astra sendiri mengakui dan mendapuk saya menjadi semacam penasihat bagi calon franchisee yang akan membuka bengkel Shop&Drive,” ujarnya bangga.

Kedua, pelayanan yang memuaskan. Artinya, pegawai bengkel tidak sekadar memperbaiki, tapi juga menjadi semacam konsultan bagi pelanggan. “Orang beli oli, kami periksa juga ban, aki, rem, suspensi dan yang lain. Kalau ada yang perlu diganti kami bilang sejujurnya,” kata Bambang. Ini pun harus dibarengi dengan produk yang berkualitas. Menurutnya, jaminan produk dari Astra yang bergaransi membuat konsumen tenang. Kemudian, jaga kebersihan tempat agar konsumen nyaman. Setiap selesai servis satu mobil, Bambang menginstruksikan anak buah supaya langsung membersihkan tempat servis, meski tidak ada tuntunan dari franchisor. Jangan lupa, beri nilai lebih pada gerai Anda. gJangan hanya terpaku pada konsep standar yang diberikan franchisor, berilah keunikan pada gerai Anda,h ucapnya sembari menyebutkan nilai lebih gerainya adalah kebersihan lokasi dan efektivitas penataan bengkel. Selain itu, pemilik harus terjun langsung mengelola waralaba agar paham dengan kondisi yang terjadi di bisnisnya.

Nah, sebelum terjun ke pengelolaan waralabanya, Bambang menyarankan agar calon investor, mempelajari betul sang franchisor. Alangkah lebih baik bila memilih yang sesuai dengan minat atau hobi Anda. Kemudian usahakan pilih yang fee waralabanya realistis. “Kami lebih suka kalau franchise fee dibayar tiap tahun ketimbang dibayar di muka. Kami kan belum tentu sukses kok sudah disuruh bayar,” cetusnya. Selanjutnya, investigasi lokasi yang strategis. Ia mencontohkan gerai Shop&Drive miliknya di tepi jalan Jl. Jatiwaringin yang ramai. Jalan ini tidak memiliki separator jalur, sehingga memudahkan dari kedua arah untuk masuk. Harga lahan juga tidak terlalu mahal. “Kalau saya beli lahan di Kelapa Gading, tentu harganya lebih mahal dan pasti waktu BEP-nya lebih lama,” ia menjelaskan.

Strategi yang dilancarkan Ari tak jauh berbeda dari Bambang dan Budi. “Pertama, jangan terlalu keenakan dengan sistem yang sudah ada,” katanya mengingatkan. Maklum, biasanya dengan sistem franchise SOP sudah ada, sehingga investor enggan mencari tahu lagi keinginan pelanggan seperti apa. Maka, Ari selalu mewajibkan diri sendiri dan rekannya untuk paling tidak 2-3 hari sekali mengecek kondisi di masing-masing gerai. “Dengan begitu, kami tahu langsung masalahnya di mana. Pegawai pun jika tidak didatangi langsung, tidak akan berterus terang kendala yang dialami apa saja,” kata Ari. Kiat kedua adalah ciptakan variasi atau kreasi baru yang lain dari standar yang sudah diberikan franchisor. Ari kerap memberi gimmick berupa hadiah kecil, seperti stiker bagi pelanggan loyal. “Kami melihat ini cukup efektif menarik konsumen. Dan baru kami saja investor yang melakukan model hadiah seperti ini,” Ari mengklaim dengan nada senang.

Setelah sukses mengelola dan mengembangkan waralaba masing-masing, sejumlah investor berniat untuk menambah gerai lagi, tapi sebagian tidak. Bambang dan Budi termasuk investor yang berminat ekspansi. Simak penuturan mereka. “Kami ingin buka outlet bengkel lagi, tapi belum pasti apa tetap memakai Shop&Drive atau membuat toko sendiri. Ini buat bisnis keluarga kami. Bengkel yang lain akan kami wariskan ke anak supaya dikelola,” ungkap Bambang. Hal senada dituturkan Budi. “Sistem pembagian keuntungan waralaba Alfamart kan tiap tiga bulan sekali. Sekarang saya sudah punya dua gerai. Kalau tambah satu lagi, saya bisa dapat keuntungan rutin tiap bulan kan,” ujar Budi.

Lain lagi dengan Bawi. Dengan pertimbangan ingin lebih fokus dulu mengembangkan Ta B’nana dan restonya, rencana buka gerai ditahan sementara. “Nanti sajalah, kalau kedua bisnis yang sudah ada stabil dulu,” ia menandaskan. Yang pasti, ia optimistis terhadap prospek Ta B’nana, lantaran banyak pelanggan yang melakukan repeat order baik pembelian langsung maupun delivery order, yang menyumbang 15% dari total omset.
Reportase: Afiff Maulana Dewanda. Riset: Leni Siskawati.

URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/sajian/details.php?cid=1&id=5890

Aug
15

Illuminating Chinese role in history of Indonesian Islam The Jakarta Post ,  Jakarta. Tasyriq Hifzhillah, Contributor, Yogyakarta

Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (Collapse of Hindu-Javanese Kingdoms and Emergence of Islamic States in Indonesia) | Prof. Dr. Slamet Muljana | LKiS Yogyakarta

Historical reality is often too bitter to swallow or too hot to stand. History is a large mirror that reflects the facts of the past, and all that has been etched into the glass of history can never be erased.

If you don’t like a particular historical fact, you may try to cover it up or forget it, but you can never remove it. An historical fact can be interpreted in a variety of ways, but regardless of the interpretation, the fact will never change.

In this light, the history of the collapse of the Majapahit kingdom, followed by the emergence of Islamic states in Indonesia, contains many interesting facts of note. As the oldest kingdom on Java, the Majapahit not only represented the historical romanticism of the apex of Hindu-Javanese civilization, but also served as evidence of its political struggle during its wane and amid the Islamization of Java.

Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-Negara Islam di Nusantara (Collapse of Hindu-Javanese Kingdoms and Emergence of Islamic States in Indonesia), written by Slamet Muljana, an historian and philologist at the University of Indonesia, not only traces the origin of the fall of the Majapahit kingdom, but also focuses on the role played by the Chinese in bringing Islam to the country.

Muljana’s findings counter and, at the same time, criticize the thesis generally accepted by many historians that Islam in Indonesia is another branch of Islam that developed on the Arabian Peninsula. Muljana believes that Islam in Indonesia, and in Java in particular, was not the ""pure"" Islam that originated in Arab countries, but a hybrid Islam with many variants, and that various elements contributed to its development.

In his book, Muljana refers considerably to unofficial historical documents like Babad Tanah Jawi (The Chronicle of Java) and Serat Kanda, both written during the 17th-century period of the Mataram kingdom.

Several historians have questioned the validity of these two books, because they contain a mixture of history and tales in such a way that it is difficult to separate fact from fiction. Moreover, neither book refers to any reliable historical sources, such as the ancient inscriptions and historical works on the Majapahit in the authoritative Pararaton and Negarakertagama.

Muljana’s book, divided into nine chapters, also draws upon a number of archival documents summarizing the Preambule Prasaran, Chinese documents from Talang Temple, Portuguese sources and documents from Sam Po Kong Temple in Semarang, written by Poortman and quoted by Mangaraja Onggang (M.O.) Parlindungan.

Poortman, a neighborhood head during the Dutch colonial era, was originally assigned in 1928 by the colonial administration to find out whether Raden Fatah was of Chinese ethnicity. As events developed, this fact was later politicized when the Chinese were linked with the 1926-1927 uprising staged by the Indonesian Communist Party (PKI). Poortman searched Sam Po Kong Temple in Semarang and confiscated three cartloads of documents written in Chinese, some of which were 400 to 500 years old. M.O. Parlindungan, author of the controversial book Tuanku Rao, referred to Poortman’s archives.

Muljana writes, from the basis of these sources, that Raden Rahmad, or Sunan Ampel — a Javanese ruler and nobleman — who lived in the mid-15th century, was a migrant from Yunnan province, China. His real name was Bong Swi Hoo and he was the grandson of Bong Tak Keng, the highest ruler of Campa.

In 1447, Sunan Ampel apparently married a woman of Chinese origin called Ni Gede Manila. Her Chinese father, Gan Eng Cu, was formerly a captain in Manila and was transferred to Tuban in 1423. From this marriage, Sunan Bonang was born, ""Bonang"" being a derivative of the Chinese name ""Bong Ang"".

Another of Gan Eng Cu’s sons was Gan Si Cang, who became a captain in Semarang. In 1481, Gan Si Cang headed the construction of Demak mosque, employing carpenters from the Semarang dockyards.

Muljana believes that Sunan Kalijaga, who was known in his youth as Raden Said, was none other than Gan Si Cang. Meanwhile, Sunan Gunung Jati, or Syarif Hidayatullah, said Muljana, was Toh Bo, the son of Tung Ka Lo, aka Sultan Trenggana.

Not only these four sunan — a title given to the wiseman who first brought Islam to Java — but also others were, according to Muljana, of Chinese origin. For example, Sunan Giri, a student of Sunan Ampel, also came from China. His father, Sayid Ishak, was none other than Sunan Ampel’s uncle, Bong Swi Hoo. Meanwhile, Sunan Kudus, or Jafar Sidik, was also believed to be Chinese, with the birth name Ja Tik Su.

The book concludes that at least six sunan were of Chinese origin. However, Muljana’s weakness, as Asvi Warman Adam writes in the preface, is that he based his research solely on M.O. Parlindungan’s book, and did not himself check Sa Pok Kong’s documents from Sam Po Kong Temple.

Regardless of this weakness, in using these sources, Muljana has undeniably produced ""another"" historical perspective, something quite different from the history interpretation that arises from heavy reliance on official literature.

This type of reconstruction provides many benefits: We can enjoy an ""unofficial"" version of history and additional stories, tapes and interesting tidbits that have escaped the attention of many.

Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa was originally published in 1968 by Bhratara in Jakarta.

The New Order regime, in line with its policy of developmentalism and systematic removal of all things Chinese, banned the book in 1971 for its controversial claim that the six sunan were of Chinese origin.

The New Order fanned anti-Chinese sentiment in many respects, including historical research and interpretive history. However, now seven years into the reform era, Muljana’s version of the history of Islam in Indonesia deserves to be reviewed in a more objective frame of mind.

The reviewer is a researcher at the Liberation Studies Institute (LSP), Yogyakarta.

Aug
15

Bagi anda yang bingung menurukan berat badan, daripada sulit dan pusing menemukan obat penurun berat badan kenapa tidak memakai cara mudah dan murah yakni minum minimal 2 liter air per hari.

Air membantu proses metabolisme dalam tubuh dengan mengubah makanan menjadi energi. Air berperan sebagai bahan bakar untuk mendorong reaksi kimia metabolisme. Jika Anda tidak minum cukup air, Anda tidak akan dapat membakar kalori dengan baik.

Ada beberapa akibat jika suplai air kurang dari 2 liter per hari seperti : proses penurunan berat badan berjalan lambat. Hal ini karena sekitar 2,5 liter air habis oleh fungsi tubuh sehari-hari seperti berkeringat.. Sehingga jika anda menjalani program diet dan berat badan amsih saja tidak turun, mungkin hal ini disebabkan anda tidak minum cukup air.

Juga terganggunya proses pencernaan. Air penting bagi proses pencernaan. Pencernaa yang terganggu adalah jika anda tidak bisa menyerap manfaat dari makanan sebaliknya tubuh  akan mengirimkan sinyal yang menandakan minta tambahan makanan yang mengandung mineral yang tubuh rasa kurang. Anda akan terasa "pura-pura" lapar. Ketika dehidrasi, tubuh akan mengirim sinyal dengan merespon pada makanan. Dengan minum air, bukan hanya dapat mengekang dari rasa lapar tapi juga membuat anda terasa kenyang.

Anda tidak dapat mendapat manfaat dari olahraga. Metabolisme meningkat dengan olahraga dan air-lah yang berperan untuk memaksimalkan metabolisme tersebut karena itu minum banyak air sebelum, selama dan sesudah olahraga.

The British Dietec Association menyarankan orang dewasa minum 2,5 liter air setiap hari termasuk jus buah-buahan, teh dan kopi. Jumlah ini disarankan untuk menjaga kebutuhan cairan sehari-hari. Jika anda tengah menjalani program diet, tambah sebanyak 750 ml

Aug
14

Jim Cartlon, seorang wartawan Wall Street Journal, baru-baru ini mengumpulkan keluhan dari para konsumen komputer Amerika.

Dan ternyata keluhan mereka jauh lebih "idiot" daripada yang kita kira. Berikut petikan keluhan2 konsumen yang super konyol & "super moron" itu :

1. Compaq pernah mempertimbangkan untuk mengubah perintah "Press ANY Key" menjadi "Press ENTER Key" dikarenakan banyaknya telefon yang menanyakan letak tombol "ANY" di keyboard.

2. AST Technical Support menerima laporan konsumen karena kesulitan menggunakan mouse. Saat Techinal Support berkunjung, mereka menemukan mouse tersebut tidak bisa digunakan… karena masih terbungkus rapi di dalam plastiknya. Penggunanya (seorang wanita) takut dengan mouse (tikus) sehingga tidak berani mengeluarkannya dari dalam plastik. Takut diserang mouse komputer?

3. Di tahun 1980-an, ketika disket masih berukuran besar, Teknisi Compaq pernah menerima keluhan seorang konsumen yang disketnya tidak terbaca oleh drive-disk komputer. Setelah diselidiki, ternyata konsumen itu sebelumnya memasukkan disket ke dalam mesin tik dan mengetikkan label yang tertempel di disket itu.

4. Sebuah keluhan lain dari konsumen AST yang mengatakan disket mereka terkena virus yang sulit dibersihkan.
Petugas AST meminta orang itu mengirimkan kopi disket yang terinfeksi itu untuk dipelajari. Beberapa hari kemudian, petugas AST menerima foto kopi disket dari konsumen tersebut.

5. Seorang konsumen DELL mengeluhkan kalau dia tidak dapat mengirimkan fax via komputer. Setelah diarahkan selama 40 menit lewat telepon, petugas DELL menemukan kalau konsumen itu mencoba mengefax via komputer dengan cara memegang kertas yang akan di fax di depan monitor, sambil menekan tombol "SEND" di layar.

6. Seorang konsumen DELL lain mengeluh karena keyboard yang digunakannya sudah tidak bisa berfungsi sejak dibersihkan. Ketika ditanya caranya membersihkan keyboard, dia menjelaskan, "Saya mencuci dan menggosok semua bagian keyboard dengan sabun, dan membilasnya dengan air, lalu menjemurnya. "

7. Seorang konsumen DELL marah besar karena tidak bisa menyalakan komputer yang baru dibelinya. "Semua sudah terpasang dengan baik. Tapi setiap kali saya tekan pedal kaki , tidak terjadi apa-apa." Setelah diselidiki ternyata "pedal kaki" yang dimaksud orang itu adalah : mouse.

8. Seorang lagi konsumen DELL marah besar karena komputer barunya tidak nyala. Dia menjelaskan semua sudah terpasang dengan benar, dan ketika dia menunggu selama 20 menit, tidak terjadi apa-apa pada komputernya. Ketika teknisi DELL menanyakan apakah "power switch" sudah dinyalakan, dia balik bertanya, "Power switch apa?"

9. Berikut adalah tanya-jawab antara petugas Novell NetWire dengan seorang konsumen :

Penelepon : Hallo, dengan Tech Support?

Novell : Ya, bisa dibantu?

Penelepon : Tatakan cangkir di PC saya patah. Apa mungkin saya bisa menggantinya?

Novell : Tatakan cangkir? Apakah itu hadiah saat Anda membeli komputer?

Penelepon : Tidak. Tatakan cangkir ini sudah ada di komputer saya. Dan ketika saya meletakkan gelas saya di atasnya, tatakan itu patah. Yang saya ketahui, di bagian depan tatakan itu ada tulisan "CD-ROM, 16X". (Saat itu juga, petugas Novell langsung mematikan telepon dan tertawa terbahak-bahak. ..)

Aug
14

Fransiska (30), seorang karyawan di Medan, Senin (11/8/2008), benar-benar kesal. "Saya tadi mengurus paspor ke kantor imigrasi di Jalan Gatot Subroto, Medan," ujarnya.

Sesudah memarkir sepeda motor, ia menuju loket pengembalian formulir setelah sebelumnya mendapat formulir aplikasi paspor. Peugas menerima paspor mengatakan, paspor siap dalam waktu satu bulan.

Terkejutlah Fransiska karena di ruang pembuatan paspor itu terpampang tulisan pengurusan paspor selama lima hari. "Apa tidak bisa dipercepat," tutur Fransiska. Si petugas menjawab, bisa menjadi dua minggu, tapi lewat calo dengan harga pengurusan dua kali lipat dari standar yang ditetapkan. Si petugas bahkan mau mengenalkan dirinya kepada calo (prinsip kalau bisa diperlama kenapa harus dipercepat tetap melekat…dasar birokrat!).

Ia kemudian bertanya mengapa tidak bisa lima hari seperti tulisan yang terpampang di dinding. "Sekarang ada aturan yang beda, mulai hari ini," kata si petugas. Namun, petugas tak menerangkan apa isi aturan baru itu.

"Saya tidak habis pikir pelayanan kok begitu," kata Fransiska. Lebih-lebih di pintu masuk kantor imigrasi terpampang tulisan peringatan dalam spanduk kuning untuk jangan menggunakan jasa calo dalam pengurusan paspor.

Cerita Fransiska memang menggelikan. Namun, begitulah cermin layanan publik di kota ini (=MEDAN). Seorang wartawan senior harian ternama di Sumut mengatakan, saat hendak mengurus pemasangan sambungan air bersih, petugas bahkan menawarkan dua model pemasangan.

Pemasangan model pertama butuh waktu tiga bulan, sedangkan pemasangan model kedua bisa "langsung kring", begitu ia memberik istilah. Air langsung mengucur dengan catatan harga pemasangan lebih mahal 20 persen. "Saya tertawa mendengar tawaran itu," kata si wartawan.

Si wartawan juga baru saja membayar listrik. Meskipun ada layanan via bank, kebanyakan warga masih senang membayar langsung (mungkin karna banyak yang belum melek teknologi..!) dan seolah tak ada pilihan lain selain berdesak-desakan di loket pembayaran listrik.

Di kota Medan hingga saat ini pengurusan KTP pun masih bermasalah karena tak tersedia formulir yang memadahi.

Kok KTP, parkir saja sulit. Berapa tarif parkir di jalanan Kota Medan? Kalau parkir mobil di pinggir jalan bayar Rp. 1,000 petugas parkir ada yang diam ada yang marah-marah, tapi tak meminta lebih. Namun, jika membayar pakai uang besar dan si petugas parkir harus mengeluarkan uang kembali, tarif jadi Rp. 2000. Kadang kala petugas pun memungut Rp. 2000.

Kalau sepeda motor (=kereta istilah orang Medan), Rp. 500 diterima, tetapi jika dibayar Rp. 1000, jarang petugas yang mengembalikan. Padahal berdasarkan aturan, untuk kendaraan roda empat Rp. 1000 dan Rp. 300 untuk kendaraan roda dua.

Sulit menemukan di kota ini (=baca Medan) layanan publik yang nyaman dengan petugas yang ramah.

Coba masuk ke Kantor Layanan Konsumen PT Telkom Kandatel Medan di Jalan Balaikota, Medan. Selain ruangan sejuk, tersedia tempat duduk yang nyaman. Semua orang mengantre sesuai nomor antrean yang disediakan (ternyata bisa tuh orang Medan patuh). Petugas melayani konsumen dengan ramah.

Tersedia pula ruang untuk konsumen yang marah-marah di lokasi umum. "Kami biasanya akan mengajak konsumen yang marah-marah ke ruangan ini," tutur Asisten Manager PT Telkom Kandatel Medan Yanti Lestari kemarin.

Sumber : Kompas, Selasa. 12 Agustus 2008

Aug
13

Bagi sebagian besar orang, email tampaknya menjadi rahmat sekaligus bencana. Email dapat menghemat biaya komunikasi, terutama pada orang-orang yg jarang berhubungan dengan kita.

Namun, dapat membuat kita menderita dengan menerima banjir "spam email". Tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi para "spammers" ini kecuali terus-menerus melaporkannya pd "network administratur" kita. Bagaimanapun, dalam melakukan korespondensi pribadi, kita seyogyanya tetap bersopan-santun untuk menjaga hubungan baik.

Berikut 10 saran bersopan-santun dalam ber-email ria :

1. Benahi susunan email "forwards" anda.

Bila anda ingin memforward sebagian atau seluruh pesan pada pihak lain, maka luangkan sedikit waktu anda untuk menghapus tanda yang biasanya muncul. Seperti tanda ">" dsb.

2. Gantilah "Subject" atau Judul email bila topik pembicaraan anda berubah. Seringkali setelah saling bertukar email beberapa kali, topik pembicaraan berubah dari aslinya, namun "subject" atau judul email belum juga diganti. Akan jauh lebih mudah untuk melacak email yang masuk bila "subject" disesuaikan dan dapat mencerminkan isi email yang sedang anda tulis.

3. Hapuslah pesan reply yang tidak perlu.

Beberapa program email secara otomatis memunculkan isi email yang terdahulu bila anda sedang membalas/mereplynya. Ada baiknya anda menghapus pesan tersebut dan hanya
tinggalkan pesan yang benar-benar anda anggap perlu.

4. Jangan teruskan surat berantai.

Anda tentu merasa terganggu dan jengkel bila seseorang mengirimi anda sebuah email tentang humor atau cerita-cerita, kemudian meminta anda untuk meneruskannya dengan segera pada 10 teman anda yang lain, atau bila tidak maka anda akan ketiban sial. Mengapa anda juga bermaksud mengganggu dan membuat orang lain jengkel bila anda meneruskan email semacam ini? Hapus saja dengan menekan tombol "delete".

5. Hormati privacy orang lain.

Ini termasuk juga alamat email mereka. Bila anda sedang mengirim email ke sejumlah orang yang mungkin satu-sama-lain tidak saling mengenal, gunakan "bcc" atau "blind carbon copy " agar alamat-alamat email mereka tidak saling diketahui. Bila anda mudah mengirim email ke banyak alamat sekaligus tanpa mempertimbang – kan saran ini, maka bersiap-siaplah untuk dikomplain karena mereka menerima spam.

6. Jangan melakukan spam.

Mungkin saja anda tidak sengaja melakukannya, tetapi banyak orang tidak menyadari jika mereka menggunakan alamat-alamat email yang mereka dapat dari "forwarded email", kemudian menggunakannya tanpa permisi, ini termasuk bentuk spam.

7. Jangan berteriak-teriak.

Menulis dengan mengaktifkan huruf besar (tombol "Caps Lock") dapat diartikan sebagai pertanda kemarahan. Orang mungkin menganggap anda sebagai pengguna internet yang tidak baik, atau tidak sopan sama sekali.

8. Jangan mudah "terbakar", over-reaksi, atau terburu-buru menghapus suatu email tanpa berusaha memikirkannya dgn baik. Dalam bahasa tulis, kita memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana kita merespon atas sesuatu email yang membuat kita  marah. Begitu juga dengan beremail ria. Bila anda merasa dipenuhi dengan emosi yang kuat, kemudian menulis balasan dengan emosional pula, maka sebaiknya jangan keburu anda kirim email tersebut. Simpanlah dulu dalam "draft folder" selama beberapa hari untuk dibaca ulang. Banyak persahabatan yang hancur gara-gara terburu-buru menanggapi suatu email tanpa berusaha memikirkannya dengan bijaksana.

9. Bersabarlah dalam menunggu "reply".

Ketahuilah, orang tidak hanya hidup dengan internet. Mereka mungkin tidak membalas email anda dengan segera. Masih banyak orang yg men-cek email mereka seminggu sekali.

10. Akuilah bahwa tidak semua orang senang menerima segala yang anda anggap lucu. Jangan terus-menerus mengirimkan sesuatu pada mereka yang tidak pernah membalasnya, meskipun dengan ucapan terima kasih. Jangan lupa: Luangkan waktu juga untuk memikirkan apa yang kita forward kan dan kepada siapa kita mem-forwardkan suatu email. Tidak semua orang setuju atau suka dengan materi yang kita forwardkan. Untuk orang-orang tertentu, subyek-subyek tertentu (yang kita anggap lucu dan menarik atau ringan) bisa jadi sangat sensitif dan serius!!

(diadaptasi dari The Top 10 E-mail Courtesy Suggestions, Zoran Todorovich) On Eagle’s Wings

Aug
12

1. Slawi Merek SOSRO yang sudah dikenal di masyarakat, sebenarnya merupakan singkatan dari nama keluarga yaitu Sosrodjojo yang mulai merintis usaha Teh Wangi Melati pada tahun 1940 di sebuah kota kecil di Jawa Tengah bernama Slawi. Teh Wangi Melati yang diperkenalkan pertama kali itu bermerek Cap Botol

2. Ekspansi Bisnis Pada tahun 1965, Teh Wangi Melati merek Cap Botol yang sudah terkenal di daerah Jawa mulai diperkenalkan di Jakarta. Pada waktu itu, teknik mempromosikan Teh Wangi Melati merek Cap Botol di Jakarta dinamakan strategi Promosi Cicip Rasa dimana secara rutin beberapa staf yang dikoordinir oleh Bapak Soetjipto Sosrodjojo mendatangi tempat-tempat keramaian dengan menggunakan mobil dan alat-alat propaganda seperti memutar lagu-lagu untuk menarik perhatian dan mengumpulkan penonton. Setelah berhasil mengumpulkan penonton cukup banyak, penonton yang ada tersebut dibagikan secara cuma-cuma contoh Teh Wangi Melati merek Cap Botol (Sekarang disebut teknik Sampling).

Setelah itu, staf yang ada juga mendemokan cara menyeduh Teh Wangi Melati merek Cap Botol untuk kemudian dibagikan agar dapat dicicipi langsung oleh penonton sehingga mereka yakin bahwa ramuan Teh Wangi Melati merek Cap botol  adalah Teh yang memiliki mutu dan kualitas yang baik.

Teknik merebus Teh langsung di tempat keramaian itu ternyata membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga menimbulkan kendala. Penonton yang sudah berkumpul menjadi tidak sabar dan banyak yang meninggalkan arena demo sebelum sempat mencicipi seduhan teh tersebut. Untuk menanggulangi kendala tersebut maka sebelum dibawa ke tempat keramaian Teh Wangi Melati merek Cap Botol diseduh terlebih dahulu di kantor dan dimasukkan ke dalam panci untuk kemudian dibawa dengan kendaraan menuju tempat-tempat keramaian untuk dipromosikan.

Namun ternyata teknik yang kedua ini juga masih mengalami kendala, yaitu air teh yang dibawa dalam panci banyak yang tertumpah sewaktu dalam perjalanan karena kondisi kendaraan dan jalan-jalan di Jakarta pada saat itu belum sebaik
sekarang.

Akhirnya ditempuh cara lain, yaitu air teh yang telah diseduh dikantor kemudian ditaruh didalam botol-botol bekas limun/kecap yang telah dibersihkan terlebih dahulu untuk selanjutnya dibawa ketempat tempat kegiatan promosi Cicip Rasa berlangsung. Ternyata cara yang ketiga ini berjalan baik dan terus di pakai selama bertahun tahun.

3. Teh Botol SOSRO

Setelah bertahun-tahun dilakukan teknik promosi Cicip Rasa, akhirnya pada tahun 1969 muncul gagasan menjual air teh siap minum dalam kemasan botol dengan merek Teh Botol Sosro. Merek tersebut dipakai untuk mendompleng merek Teh seduh Cap Botol yang sudah lebih dulu populer dan mengambil bagian dari nama belakang keluarga Sosrodjojo. Untuk kemunculan desain botol pertama, adalah pada tahun 1970 dan desain botol tidak berubah, lebih dari 2 tahun.

Untuk desain botol kedua yaitu pada tahun 1972 juga bertahan sampai dengan 2
tahun. Dan pada tahun 1974, dengan didirikan PT. Sinar Sosro di kawasan Ujung
Menteng (waktu itu masuk wilayah Bekasi, tetapi sekarang masuk wilayah Jakarta), maka desain botol Teh Botol Sosro berubah dan bertahan sampai sekarang. Pabrik tersebut, merupakan pabrik teh siap minum dalam kemasan botol pertama di Indonesia dan pertama di Dunia.
(Sumber : http://www.sosro.com)

Aug
11

Pasti anda pernah mendengar istilah ini. Kalau di bahasa Indonesiakan menjadi RuKanCil (Rumah Kantor Kecil)Rasanya memang alternatif solusi bekerja yang tepat. Tidak hanya untuk para Ibu yang ingin lebih berkonsentrasi pada keluarga tanpa meninggalkan kesibukan bekerja, tapi juga bagi para Bapak yang ingin lebih bisa membagi waktu untuk bekerja, keluarga dan bersantai.

Memang enak punya kantor dirumah sendiri, tapi tidak semua bisa mewujudkan impian itu. Banyak yang harus tetap bekerja kantoran di luar rumah, seringkali agak jauh dari rumah.

Bisnis yang basisnya SOHO sebenarnya tidak melulu berorientasi uang tapi cenderung ke pendidikan dan hobi (ada pendapat umumnya ini bagi para wanita). Namun, jika dikelola dengan baik akan menghasilkan income tanpa harus keluar rumah sehingga bisa menyalurkan hobil/talen menjadi sebuah konsep bisnis.

Menurut beberapa anggota milis Dunia Wirausaha, SOHO biasanya condong pada bisnis jasa, contohnya:

-Konsultan-konsultan yang bisa dikerjakan di rumah dan bertemu dengan klien di flexible time kita.

-Penulis-penulis yang bisa di lakukan di rumah.

-Penerjemah yang lebih suka di rumah.

-Catering, yang ini sangat besar peluang untuk di Jakarta dalam pelayanan di gedung2 perkantoran.

Dan masih banyak alternatif mengembangkan jasa-jasa yang bisa dibisniskan. Dalam konsep SOHO ini dibutuhkan kedisiplinan dalam Time Management karena harus bisa memisahkan kepentingan rumah dan pekerjaan, karena bekerja di rumah sangat susah dibedakan jam ngantorny’, apalagi misalnya kalau sering diganggu anak-anak, sehingga penting untuk menananmkan pengertian serta kedisiplinan bagi seluruh anggota keluarga demi mempertahankan waktu produktivitas yang efektif.

Berdasarkan beberapa pengalaman anggota milis DW dalam menjalankan SOHO ada beberapa hal yang bisa menjadi perhatian utama saat berniat terjun ke bisnis model ini:

Apabila terjadi sesuatu pada perusahaan yang mempekerjakan kita melalui virtual office.

Disarankan tetap mempunyai income sampingan yang tetap, misalnya freelance secara internet.

Modal untuk SOHO:TelponKomputerInternet, amat disarankan broadband karena rata-rata lebih murah dalam hal biayaFaxPrinterNetworking alias koneksi untuk mendapatkan order.Memperhitungkan biaya listrik dan internet sebagai bagian dari modal.

Apabila model SOHO anda hanya bertransaksi via internet maka atmosfer SOHO tidak terlalu penting, namun sebaliknya, apabila bisnis SOHO yang ada jalankan memerlukan klien datang kerumah, maka paling tidak harus menyediakan tempat yang memadai bagi kepentingan transaksi saat klien berkunjung.

Salah seorang anggota milis Dunia Wirausaha juga saat ini sedang mempersiapkan sebuah sistem bisnis toko online yang nantinya bakal membantu para SOHOers. Sebagai gambaran sistem yang mau dibangun akan seperti ini:

-Mengurus sistem pembayaran — pemilik bisnis tidak perlu repot ngurus metode pembayaran ke konsumen.Notifikasi order, tidak perlu repot lagi mengecekemail untuk mengetahui order (otomatis diberitahukan oleh sistem).

-Mengurus pengemasan, hal yang cukup esensial pada toko online, karena pengemasan yang baik akan menjamin barang sampai di tujuan tidak rusak.Mengurus pengiriman, langsung pada konsumen.Marketing (still in concept), tidak perlu repot mengurus marketing promosi website karena rencananya akan dikembangkan sistem marketing dimana yang menjalankan sistem marketing itu adalah orang lain, nanti pembayaran yang dipakai sistem komisi.

Intinya, sebagai pemilik toko hanya perlu mengurus pengadaan produk yang dijual dan siap sedia ketika perusahaan akan mengambil produk untuk dikirimkan ke konsumen. Sebuah sistem yang sangat memudahkan bagi para SOHOers.

Source : http://www.dunia-wirausaha.com

Aug
08

Akhir minggu lalu mas Karso ngobrol ngalor-ngidul dengan teman dari jauh…. Tentang SYUKUR.

Diujung diskusi khas pinggir gang itu… ada satu pertanyaan

"Emang apa bedanya Syukur dan Pasrah?"

Sehingga memaksa mas Karso buka-buka ilmu yang disebut etimology digabung dengan gathuk mathuk khas Solo….

1. Gratitude = Grateful + Attitude … PERILAKU SELALU BERTERIMAKASIH itu bukan sekedar mengucapkan terimakasih…. Ini tentang perilaku….

Dari kamus: Grateful: berterimakasih, Gratify: memuaskan, memenuhi,

2. SYUKUR dalam sebuah kitab kuning yang menjadi kajian pondok pesantren Artinya: pujian, kepenuhan dan kelebatan berarti kuda yang gemuk walaupun sedikit rumput berarti tumbuhan yang subur walau tiada hujan

Sehingga "Bersyukur adalah perilaku yang merasa puas / bahagia dengan yang sedikit maka ia akan mendapat banyak / subur"

Ternyata syukur bukan sekedar di Lidah…tapi Syukur mencakup 3 sisi:

1. Syukur dengan HATI – kepuasan batin atas anugerah

2. Syukur dengan LIDAH – mengakui anugerah dan memuji pemberinya

3. Syukur dengan PERBUATAN – memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.

Sehingga SYUKUR adalah two in one dengan SABAR. Tidak ada kesabaran tanpa pribadi syukur dan tidak ada syukur tanpa pribadi yang penuh sabar. Dan Sabar berarti MENAHAN diri … termasuk menahan diri dari menyerah. Jadi SYUKUR jauh dari PASRAH apalagi MENYERAH….

Demikian mudah-mudahan dipahami mas…. Demikian mas Karso "nyerocos" sampai ngos-ngosan … lalu ditutup menyeruput wedang teh jahe yang hangat menyegarkan. Tapi apa bener begitu yah….

Bagaimana menurut anda?

Salam Good Vibes

Supriyadi 081-3939-1-319-2 http://galih-apisemangat.blogspot.com

Aug
08

"Untuk bertahan hidup, kita membutuhkan 4 pelukan sehari. Untuk kesehatan, kita butuh 8 pelukan perhari. Untuk pertumbuhan, awet muda, kebahagiaan, kita perlu 12 pelukan perhari," kata Virginia Satir, terapis keluarga.

Mungkin Anda sedikit heran, benarkah pelukan memiliki kekuatan yang begitu hebat, hingga bisa membuat sehat, panjang umur, dan awet muda?

Kapan terakhir kali Anda memeluk seseorang atau seseorang memeluk Anda? Jika jawabannya jarang atau bahkan tidak pernah sama sekali, coba ingat-ingat, apa yang belakangan ini Anda rasakan? Bisa jadi Anda sering sakit-sakitan, depresi, stres, sakit kepala, dan emosional.

Berbagai penelitian menunjukkan terapi pelukan bisa menyembuhkan penyakit fisik dan psikis. Bisa mengatasi stres, depresi dan lain-lain. Orang yang dipeluk, ataupun memeluk, merasakan adanya kekuatan cinta yang mengelilingi mereka. Kekuatan ini yang membuat kekebalan tubuh kita semakin meningkat.

Pelukan Damai

Saat berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan damai dan cinta. Hormon oxytocin ini membuat jantung dan pikiran sehat. Hormon oxytocin ini baru bisa keluar jika manusia memiliki kehidupan sehat, merasa damai dan tentram. Terapi pelukan hampir sama dengan terapi jalan kaki. Terapi pelukan  meningkatkan keseimbangan tubuh, kesehatan, dan mengurangi tingkat stres, khususnya para profesional muda yang bekerja di kotametropolitan.

Pelukan bukan berarti Anda harus mencari suami atau kekasih untuk melakukan hal ini. Pelukan dapat dilakukan pada siapa saja dengan penuh kasih dan damai. Tentu saja pelukan ini bukan berkonotasi negatif apalagi mengikutsertakan gairah. Pelukan ini juga bukan ‘pelukan sosial’, seperti berjabat tangan, mencium pipi kiri dan kanan, seperti yang dilakukan oleh budaya masyarakat beberapa negara pada saat pesta atau pertama kali bertemu.

Pelukan yang dimaksud adalah pelukan saling menyentuh, tubuh dengan tubuh saling mengikat dan menyentuh. Ketika saling berpelukan, akan terasa perasaan nyaman dan damai. Di Indonesia juga beberapa negara lainnya berpelukan hanya dilakukan pada pasangan suami istri, saudara, orang tua ke anaknya. Di Amerika sebuah lembaga ada yang mengkoordinir untuk mengadakan Free Hug di jalanan.

Jangan kaget jika suatu hari, saat Anda berkunjung ke Amerika dan Eropa, melihat beberapa orang dengan papan besar di dada, bertuliskan Free Hug. Mereka adalah para relawan yang memberikan terapi pelukan pada setiap orang yang membutuhkan.

Anak Tumbuh Sehat

"Tapi, kita harus ingat. Walau sekadar jabat tangan dan menyentuh pipi dengan pipi, ini juga ada manfaatnya. Ada rasa kehangatan ketika kita saling berjabat tangan. Namun bila ini dilakukan lebih dari ini, yaitu dengan pelukan erat. Tentu lebih bermanfaat, unsur terapinya lebih tinggi," ujar Dr. Bhagat, salah satu doktor yang meneliti pengaruh pelukan di India.

Diharapkan masyarakat mengerti akan manfaat sentuhan dan pelukan. Sehingga pasangan suami istri, semakin sering berpelukan dan bersentuhan. Juga makin sering memeluk anak-anaknya. Seluruh bagian di kulit kita memiliki organ perasa. Dari ujung kaki hingga kepala adalah area yang sensitif bila disentuh. Bahkan ketika bayi masih di dalam kandungan walau dilindungi air ketuban, ia sangat menyukai sentuhan kasih sayang dari ke dua orang tuanya. Jika sering disentuh, bayi dalam kandungan akan tumbuh menjadi bayi yang sehat dengan pertumbuhan yang bagus. Selain itu secara psikis bayi akan tumbuh menjadi seorang yang penyayang.

Anak-anak yang sering disentuh, dibelai dan dipeluk oleh orang tuanya juga akan tumbuh menjadi anak yang sehat. Mereka akan merasa nyaman dan memiliki kepercayaan diri. Pertumbuhan dan kesehatan pun lebih bagus dibanding dengan anak-anak yang jarang disentuh, dibelai dan dipeluk. Pada orang tua pun, sentuhan dan pelukan sangat berarti. Apalagi pada saat kehilangan seseorang, depresi, stres. Dengan berpelukan, orang dewasa merasa ada orang yang memperhatikan, ada orang yang mencintainya, membutuhkannya. Seluruh kulit kita, sangat peka dengan pelukan, dan sangat membutuhkan sentuhan hangat dan erat.

Transformasi Rasa Nyaman

Seorang master reiki di Mumbai, India, berkata, "pelukan salah satu alat untuk bertransformasi. Dengan pelukan satu pribadi dengan pribadi lain semakin dekat. Jika hubungan Anda dengan orang lain renggang. Salah satu cara agar hubungan itu menghangat dengan memeluknya. Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, cobalah memeluk pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tak akan bercerai. Selain itu, hidup Anda berdua akan lebih bahagia, sehat, dan awet muda. Serta Anda akan terhindar dari stress dan depresi."

Dr. Harold Voth, senior psikiater di Kansas, Amerika Serikat telah melakukan riset dengan beberapa ratus orang. Hasilnya, mereka yang berpelukan mampu mengusir depresi, meningkatkan kekebalan tubuh, awet muda, tidur lebih nyenyak, lebih sehat.

Jika bayi atau anak-anak rewel atau sakit. Jangan biarkan mereka sendirian. Peluklah. Dengan memeluk, mereka akan merasa nyaman. Sehingga kekebalan tubuhnya lebih baik, dan kesehatan mereka pun akan jauh lebih baik. Anda sebagai orang tua pun mendapatkan efek baik dari terapi pelukan ini. Anda akan jauh lebih sehat, muda, terbebas dari depresi.

Pelukan dapat menyembuhkan sakit fisik dan psikis. Sentuhan yang dihasilkan dari pelukan membantu mengurangi rasa sakit. Beberapa penyakit parah sering kali membuat penderitanya merasa frustasi, marah, tak mungkin penyakitnya bisa disembuhkan. Dengan pelukan, pasien yang frustasi ini merasa nyaman. Pelukan memberikan energi positif pada emosi pasien. Sehingga mengubah emosi negatifnya menjadi emosi positif. Apalagi bila pasien mendapatkan pelukan dari orang yang dicintainya. Bukankah cinta itu adalah kekuatan yang maha dahsyat? Dan pelukan adalah salah satu cara untuk menyatakan cinta, atau suatu bentuk cinta.