Small Note – Budiawan Hutasoit
Mereka yang memberi banyak akan memperoleh banyak, baik secara emosional, fisik, mental dan spiritual

Antara Jerome Kerviel, SocGen dan Rp. 67 triliun

Siapakah Jerome Kerviel? Mungkin sampai tanggal 11 Januari 2008 lalu, ketika dia merayakan ulang tahunnya yang ke-31, boleh jadi tak seorangpun di dunia ini yang tahu siapa dirinya. Tapi, selama sepekan terakhir ini, nama Kerviel mencuat di berbagai media, termasuk Internet.

Lalu apa pula makhluk yang namanya SocGen? SocGen adalah Societe Generale yang merupakan bank nomor dua di Perancis yang didirikan oleh Napoleon III pada tahun 1864. SocGen ada di 77 negara dengan 120.000 karyawan.

Terus apa hubungannya antara Jerome Kerviel dan SocGen?

Nama pria yang dikenal pendiam dan penyendiri oleh rekan kerjanya di SocGen itu mencuat setelah pada pertengahan Januari lalu SocGen menemukan transaksi saham tak sah. Ketika Socgen berusaha menutup transaksi, kerugian terlanjur menggelembung menjadi US$ 7,2 miliar (sekitar Rp. 67 triliun), ini hampir mendekati keuntungan bersih bank itu pada tahun 2006.

Kerugian itu tak ayal menempatkan SocGen di peringkat pertama dalam skandal keuangan terbesar abad ini. Sebelumnya, rekor kerugian dipegang Barings Bank. Bank yang sudah berusia lebih dari 230 tahun itu bangkrut pada tahun 1995 karena seorang pialangnya – Nick Leeson – terlalu berani “bertaruh” di lantai bursa berjangka Asia, sehingga merugi sekitar Rp 12,8 triliun.

Kerviel yang baru bergabung dengan SocGen tahun 2000 melakukan aksinya selama tahun 2007. Setelah lima tahun bergabung di SocGen, peraih master keuangan dari Universitas Lumiere, Lyon, ditempatkan di dealing room. Ia masuk divisi Delta One, yang kerjanya antara lain melakukan transaksi dan exchange-trade fund. Gaji plus bonus-nya Rp. 1,3 miliar per tahun.

Dari transkrip interogasi polisi terhadap Kerviel terungkap bahwa ia berani melakukan transaksi karena keberhasilan dan keberuntungannya menyelamatkan saham Allianz sehingga tidak jatuh terjun bebas, malah menangguk keuntungan US$ 730 ribu pada tahun 2005, maka Kerviel ketagihan melakukan transaksi yang lebih besar di European Futures and Options Exchange.

Banyak dari transaksi yang dibuatnya tak tercatat oleh rekan-rekannya dan pengawasnya. Kerviel bisa menutupi transaksinya dengan apa yang dikatakan pihak SocGen sebagai “sebuah skema mengolaborasi transaksi fiktif”.

Tapi pengacara Kerviel menuding SocGen menjadikan Kerviel sebagai kambing hitam dari kerugian yang mendera bank itu. SocGen sebelumnya memang sudah kelimpungan terkena dampak dari kredit macet perumahan yang terjadi  di Amerika Serikat dimana bank ini ikut menanam uangnya di sektor ini merugi 2,1 milliar euro (lebih dari Rp. 26 triliun).

Untuk sementara, Kerviel dikenai tuduhan mengakses komputer secara illegal dan menyalahgunakan kepercayaan. Polisi masih mencari bukti lain apakah ada orang lain yang terlibat, tapi saat ini dia dianggap bekerja sendiri.

Bagi Kerviel, selain mendapatkan masalah gara-gara kasus ini, maka dia juga mendapatkan popularitas. Tidak menutup kemungkinan kisahnya akan diangkat dalam buku atau film seperti Nick Leeson yang membangkrutkan Barings Bank. Setelah ‘menikmati’ penjara di Singapura selama enam tahun, maka ia kembali ke London dan menjadi CEO Galway United Football Club. Ia juga menulis buku tentang transaksi ilegalnya, dan menjadi pembicara laris tentang manajemen risiko. Kisahnya juga difilmkan dengan judul Rouge Trader pada tahun 1999, yang diperankan oleh Ewan McGregor.

No Responses to “Antara Jerome Kerviel, SocGen dan Rp. 67 triliun”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: