Small Note – Budiawan Hutasoit
Mereka yang memberi banyak akan memperoleh banyak, baik secara emosional, fisik, mental dan spiritual

Sukses Berinvestasi Ala Warren Buffet (11-15)

Sukses Berinvestasi Ala Warren Buffet (11-15)

11..  LIHATLAH PENURUNAN HARGA SEBAGAI PELUANG MEMBELI

Tahukah Anda bahwa keadaan resesi seperti sekarang ini di Amerika juga pernah terjadi di masa lalu, yaitu tahun 2004, dimana Dow Jones jatuh hamper 150 point. Waktu itu laporan mengenai lapangan kerja, amat mengecewakan, harga minyak dunia terus membumbung, sehingga yang terjadi adalah, investor berlomba mengobral sahamnya.  Justru saat inilah Buffett melihat peluang untuk membeli saham-saham perusahaan bagus dengan harga murah. Ingat, walaupun fundamental saham tersebut bagus, namun energi bullish atau bearish itu sangat menular, sehingga tanpa mengerti keadan sesungguhnya, tiap orang panik dan berlomba jualan saham. Saham Wahington Post, Geico dan Wells Fargo Bank adalah contoh bagaimana si tua Buffet menyambar kesempatan itu. Pada tahun 1973, saham Washington Post turun hingga $6 per lembar, Buffet menyambar kesempatan itu dengan membenamkan uang senilai $10,6 juta ( uang segini tahun 1973 bisa buat beli 1 propinsi kali? ).  Sekarang, lebih dari 30 tahun kemudian, harganya telah menjadi $900 per lembar, belum lagi kalau ada stock split, maka jumlah saham si Buffett pasti berlipat ganda.  Ingat kata Buffett, “Takutlah ketika orang lain rakus, dan rakuslah ketika orang lain takut “.

12.  JANGAN MEMUKUL SETIAP LEMPARAN BOLA YANG DATANG

Menurut mereka yang mengklaim diri mereka ahli dalam pasar saham, untuk menjadi investor yang sukses, berarti membuat banyak keputusan dalam berinvestasi. Buffett tidak setuju dengan pendapat ini. Katanya, walaupun hanya satu kali dalam setahun,membuat keputusan investasi yang bagus itu sudah cukup. Ia menganalogikan seperti bermain baseball, dimana untuk tiga kali kesempatan memukul bola, pukullah bola sekuat tenaga, jika memang momentum dan arahnya tepat, yang dalam istilahnya disebut sweet spot.  Buffett hanya memandang setiap bola-bola yang terlempar, namun hanya memukul pada bola yang menuju sweet spot. Sweet spot disini adalah bisnis yang hebat dengan masa depan yang juga hebat, dijalankan oleh manajemen yang kompeten, serta dijual dengan harga yang bagus. Dan untuk mendapatkan sweet spot ini, Buffet akan menunggu walaupun bertahun-tahun sebelum melakukan investasi. Ketika ada saham yang masuk kriterianya, ia akan mengayunkan pemukulnya, dan ia akan melakukannya dengan sekuat tenaga, ia investasikan banyak uang disini, dan hasilnya….Grand Slam ! Sekedar catatan, saya masih ingat pada tanggal 22 Januari 2008, dimana saham BUMI dijual obral dengan harga Rp. 4.200 per lembarnya, UNTR Rp. 10.850 perlembar, sekarang,dalam waktu 1 bulan, coba Anda cek harganya ? Tadi itulah Sweet  Spot.

13. ABAIKAN YANG MAKRO; FOKUSLAH PADA YANG MIKRO

Menurut Buffet hal-hal besar dan trend trend yang besar yang berada di luar bisnis tidaklah penting, namun hal-hal kecil yang terkait dengan bisnislah yang berarti.  Ada pameo yang menyatakan, jika Bang Ben – maksudnya Ben Bernanke Gubernur The Fed “batuk” maka bursa saham di dunia pada demam. Demikian juga yang terjadi sekarang dimana ramai diberitakan dan diulas bertubi-tubi mengenai perlambatan ekonomi dunia dan AS yang menghadapi resesi.  Menurut Bufet, pendekatan konvensional pada permainan saham, memang mengandalkan peristiwa-peristiwa makro. Hal-hal seperti tingkat pengangguran, pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan peristiwa–peristiwa politik tampak sangat penting bagi para investor. Untuk berinvestasi seperti Buffet, Anda harus mengabaikan peristiwa-peristiwa makro dan fokus pada perusahan yang sahamnya anda pilih.  Di sini, Mang Buffett justru menganjurkan kita untuk memakai kacamata kuda.  Tidak mungkin setelah bersusah payah menganalisa sebuah perusahaan dan menunggu harga yang tepat untuk kemudian membeli sahamnya, lalu kita mengubah kebijakan kita gara-gara terdengar bisikan atau taksiran mengenai perekonomian. Memang kalau saya perhatikan, isyu-isyu mengenai peristiwa makro memang mempengaruhi harga saham secara jangka pendek, namun jika fundamental bisnis nya memang bagus, biasanya harga saham itu langsung bangkit dan terus naik. Ingat, peristiwa resesi Indonesia tahun 1997, 1998, Bom Bali, Bom Marriot, Indonesia turun peringkat untuk dunia investasi? Memang mempengaruhi saham ASII, TLKM dll untuk jangka pendek, namun coba lihat sekarang… harga sahamnya masih terbang ke langit biru.

14. PERHATIKAN BAIK-BAIK MANAJEMENNYA

Salah satu hal yang selalu menjadi fokus perhatian Buffett adalah,” Siapa yang memegang kendali disini? Beberapa faktor kunci yang perlu dicermati ketika melakukan penilaian adalah :

– Apakah tim manajemen selalu bekerja untuk pemegang saham? Atau mempercaya diri sendiri dengan biaya perusahan. Misalnya dengan gaji yang berlebih, atau bonus fasilitas mewah lainnya.

– Apakah manajemen hemat, atau kelebihan beban karena boros?

– Apakah manajemen berdedikasi meningkatkan nilai pemegang saham.

– Apakah manajemen melakukan pembelian kembali saham (buy back) untuk kepentingan para pemegang saham (lihat BBCA dan Kalbe), juga menghindari penerbitan saham baru yang akan

   mengurangi porsi kepemilikan pemegang saham

– Apakah laporan perusahaan jujur dan tidak mengandung kecurangan? Atau financial engineering

– Apakah manajemen menggunakan system akuntansi yang jujur atau kelihatannya menyembunyikan informasi yang benar?

Sekedar catatan banyak lho cara membuat laporan keuangan terlihat mengkilap, sebagai berikut :

– Jual asset yang kurang produktif menjelang tutup tahun sehingga otomatis laba bertambah.

– Menggeser periode pencatatan biaya yang agak besar, jadi mundur atau dimajukan

– Untuk IPO, laporan keuangan dibuat mengkilap. Untuk menghindari pajak, laporan keuangan dibuat agak memble.

– Membesar-besarkan laba bersih. Padahal diperoleh dari keuntungan selisih kurs, atau keuntungan lain yang sifatnya temporer. Harusnya coba perhatikan juga laba operasionalnya.  Juga perlu diperhatikan, menurut Buffet, investor perlu mencurigai perusahaan yang membuat proyeksi –proyeksi jangka panjang yang manis-manis seperti proyeksi pertumbuhan atau proyeksi laba. Pada saat seorang eksekutif perusahaan mengklaim bahwa ia mengetahui masa depan perusahaan, itu berarti pertanda buruk. Dan jika ia benar-benar mencapai angka tersebut, itu benar-benar pertanda buruk. Sebab sangat dimungkinkan adanya manipulasi.  

15. SANG KAISAR TIDAK PAKAI BAJU DI BURSA SAHAM

Jujur saja, kalau pagi hari yang saya cari adalah berita di Bloomberg, Reuters, dan tentu saja analisa teknikal dari broker ku. “Hari ini diperkirakan IHSG menembus batas resistance 2.788, setelah sebelumnya melakukan rebound dari batas supportnya di 2.674, secara indikator, garis signal pada MACD 10 telah menembus garis 20 MA yang diikuti dengan gambaran candlestick Inverted Hammer pada beberapa saham pertambanan unggulan”.  Anda paham kalimat di atas ? Kalau saya sih paham.  Atau pernahkah mendengar kalimat ini, “Dapatkan system robot trading, yang akan melipatgandakan investasi Anda di bursa saham, tidak diperlukan keterlibatan emosi manusia di sini. Return yang didapat bisa 45% dalam setiap trading, dst…dst.. Menurut Buffet, “sang kaisar “ tidak mengenakan baju apapun dibursa, baik itu yang berupa volume, grafik, analisa teknikal dsb. Bufett menekankan pada Nilai sebuah bisnis.

No Responses to “Sukses Berinvestasi Ala Warren Buffet (11-15)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: