Small Note – Budiawan Hutasoit
Mereka yang memberi banyak akan memperoleh banyak, baik secara emosional, fisik, mental dan spiritual

Sukses Berinvestasi Ala Warren Buffet (16-20)

Sukses Berinvestasi Ala Warren Buffet (16-20)

16. BERPIKIRLAH SECARA INDEPENDEN

Berpikir secara independen adalah salah satu kekuatan terbesar Buffett. Menurutnya “Anda benar atau salah bukan karena orang-orang setuju atau tidak dengan pendapat Anda. Anda benar karena fakta-fakta dan alasan yang Anda miliki adalah benar”. Hal ini dicontohkan pada beberapa tahun lalu, saham-saham internet dan high tech berterbangan secara meteorik, bahkan mengalahkan saham-saham fortune 500 yang sudah lama berdiri.  Tidak diragukan lagi, bahwa investor-investornya menikmati kenaikan laba yang luar biasa melalui saham saham yang mereka miliki. Pada saat yang sama, Berskshire Hathaway, perusahaan si Buffett menolak untuk membeli selembar sahampun dari perusahaan macam begini. Konsekwensinya, Buffett dicerca banyak orang dan dianggap begawan tolol. Fakta dan alasan Buffett jelas. Ia tidak memahami jalannya bisnis perusahaan internet. Karena itu ia menjauhinya.  Hal ini terbukti ketika pada akhirnya index Nasdaq rontok sampai 75% akibat ambruknya saham-saham high tech ini, dan ratusan milliar Dollarpun menguap. Pelajaran yang bisa ditarik disini adalah Buffett mengandalkan fakta dan alasan dalam membuat keputusan investasi. Jadi jangan membuat keputusan karena hal tersebut sedang popular atau karena takut berlawanan dengan arus. Inilah dasar-dasar Bandar menaklukan Anda dengan cara menggoreng saham.

17. TETAPLAH BERADA PADA KOMPETENSI ANDA

Ketika harus memilih untuk berinvestasi di bisnis apa, Waren Buffett dipandu oleh apa yang ia sebut “Lingkaran Kompetensi“, dimana lingkaran kompetensinya hanya terdiri dari saham-saham industri, dimana ia merasa nyaman untuk terlibat. Buffett tidak berinvestasi pada saham-saham high teknologi. Mengapa ?  Karena saham-saham tersebut berada diluar kompetensinya.

Menurutnya, “kembangkan sebuah wilayah keahlian, beroperasilah pada wilayah itu, dan jangan menyesali diri karena kehilangan peluang yang muncul di luar wilayah itu”.

Sejak tahun 1982, Buffet mencantumkan sebuah daftar “bisnis yang diinginkannya“, seperti :

  Kapitalisasi pasar yang besar

  Bisnis yang menunjukkan kemampuan yang konsisten dalam menghasilkan pendapatan

  Bisnis yang menghasilkan ROE yang baik, dengan Debt Equity Ratio yang rendah

  Bisnis dengan manajemen yang kuat

  Bisnis yang sederhana,bukan hitech

  Harga saham yang bagus dan menarik

18. ABAIKAN RAMALAN PASAR SAHAM

Kata om Buffett, ramalan jangka pedek mengenai harga sebuah saham atau obligasi tidaklah berguna. Ramalan itu justru lebih memberi Anda informasi mengenai peramalnya, dan bukan informasi masa depannya.  Buffett lebih suka fokus pada kinerja bisnis, dan tidak terganggu oleh trend yang lebih besar yang dia yakini tidak mungkin diramalkan secara akurat. Menurutnya, ramalan hanya mengaburkan penilaian seseorang. Mengapa? Sebagian karena ramalan tersebut menciptakan ilusi ketepatan, karena kelihatannya didasarkan pada data.

Nasehat Bufett disini adalah :

    Hilangkan keterlibatan ramalan apapun dalam keputusan investasi Anda

    Alihkan waktu yang akan anda gunakan untuk mendengarkan ramalan dengan menganalisis track record bisnis.

    Kembangkan strategi investasi yang tidak tegantung pada seluruh pergerakan pasar.

    Semakin bergejolak suatu pasar saham, semakin besar kemungkinan orang memanfaatkan ramalan, tapi pada saat itu pulalah ramalan punya peluang paling kecil untuk tepat .

19. PAHAMILAH MR.MARKET & MARGIN OF SAFETY

Mr. Market adalah sesuatu yang banyak berperan dan mendominasi dalam dunia saham. Ia merupakan masalah psikologis yang mempengaruhi harga yang dia tentukan. Jika ia sedang happy, ia hanya melihat hal-hal bagus saja dalam sebuah bisnis dan menetapkan harga yang tinggi pada surat berharganya, sehingga ia merasa takut anda membeli sahamnya denga harga terlalu murah. Disini ia menahan-nahan saham nya dan berharap harga harganya terus naik (kalau tiba-tiba harga nya malah jatuh, maboklah ia). Sebaliknya jika ia sedang sedih, ia tidak melihat apapun kecuali kesusahan dalam bisnisnya, dalam saat ini ia menetapkan harga yang murah atas sahamnya dan berharap anda membelinya. (ini adalah makanan empuk para Bandar yang sedang menjatuhkan harga ).  Itulah Mr.Market, ia akan datang setiap hari bursa. Karena itu menurut Buffet Ana harus tahu situasi Mr.Market pada saat itu, dan JANGAN SEKALI-KALI SAMPAI BERADA DIBAWAH PENGARUHNYA. Kemuramannya dapat menular kesemua orang dan kegembirannya dapat memabukkan. Inilah yang menyebabkan panic selling dan panic buying.

Setelah memahami Mr.Market, anda juga harus memasukkan margin of safety dalam kerangka berpikir anda. Margin of Safety adalah kondisi harga saham yang secara substansial lebih rendah dari nilai bisnisnya. Anda tidak ingin harga sahamnya teralu dekat dengan nilai bisnis sesungguhnya, harus cukup terdapat jarak antara keduanya, atau kita sebut margin yang besar. Dalam isitilah Buffet, bagaimana kita mencari selembar uang Dolar seharga 40 sen di pasar saham. Situasi ini bukan tidak pernah terjadi lho? Ingat tgl 22 Januari 2008, dimana harga saham pada diobral.  Saya menilai margin of safety, gunakan konsep nilai intrinsic sebagai titik pangkal.. Yaitu pengukuran dengan nilai-nilai yang benar-benar valid, untuk menentukan nilai riil dari sebuah harga saham.

20. TAKUTLAH SAMA ORANG LAIN TAMAK, DAN TAMAKLAH SAAT ORANG LAIN TAKUT

Kata-kata ini adalah petuah paling termasyhur dari Buffett. Ia sering memanfaatkan emosi yang mudah menular ini dengan bertindak berlawanan dengan sentiment yang sedang berkembang. Dengan strategi ini, ia menghasilkan banyak uang ketika orang lain tidak sukses. Pada awa 1970, terjadi peristiwa penurunan pasar yang terkenal. Orang ramai-ramai menjual sahamnya karena takut, indek Dow Jones terjun bebas dibawah 700, Buffett tentu saja bertindak lain. Ia melakukan investasi besar-besaran, dengan memborong saham-saham bagus dengan harga murah. Namun kita juga tahu, bagaimana Buffet menjadi sangat penakut selama harga saham internet melonjak ketika orang-orang membelinya dengan tamak. Namun ia tidak kehilangan uang sepeserpun ketika akhirnya harga saham internet hancur yang menyebabkan kebangkrutan banyak orang.  Katanya, bersiaplah untuk betindak cepat ketika muncul peluang. Pada saat ini, ia menyamakan dirinya; pria hyperseks di rumah bordil ketika pada tahun 1971, indeks Dow Jones menembus batas terendah di 580.

No Responses to “Sukses Berinvestasi Ala Warren Buffet (16-20)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: